Ini dia tulisan peserta


Rekan blogger yang baik,

Mohon maaf karena baru kali ini kami sempat memutakhirkan (update) berita seputar kompetisi blog kita. Dari 156 pendaftar kompetisi, kami menerima 96 entri masuk yang tautannya dikirimkan ke email bccompetition@britishcouncil.or.id .

Mohon maaf jika ada dari rekan bloggers yang tidak mengirimkan tautan entri ke email kami (padahal sudah membuat entri) dan kami tidak memasukkan ke daftar ini, karena memang hanya mereka yang  mengirimkan tautan ke email tersebut lah yang kami hitung sebagai entri resmi.

Berikut adalah ke-96 nama yang ada di daftar kami.

Eka Purwaningsih , Agung Nata , Evi Widiarti , Anggun Pribadi , Windu Radityo , Sotyasari Dhanisworo , Euis Marlina , Fadhilatul Muharam , Saumi Rizqiyanto , Odi Hutajulu , Besty Puspa Yustika , Sakti Soediro , Haikal Ananta Setiawan , Julijanta Gunawan , Rita Chrisna , Jeremy Gemarista , Riana Ambarsari , Nur Aprilia Ramadhona , Mutia Damayanti Abidin , Giri Narasoma Suhardi , Denita Biyanda Utami , Anggun Gunawan , Hepy Setya Risyani , Venny Laturette , Fitta Astriyani , Andalusia Neneng , Muhamad Frihastanto , Wahyu Aditya , Wisnu Triatmodjo , Jaja Fatmaja , Raisha Nurul , Anugrah Putra PratamaNabhan F. Choiron , Deffarmen Mehan , Andriyansyah , Idris Siregar , Hedi Novianto , Asyiq Aldin , Billy Koesoemadinata , Sovia , Anton Muhajir , Rika Gelar Rahayu , Riya Wati , Ivan Ronaldo , Pipit Pianita , Afin Andianto , Aditya Budiman , Aditya Bayu Aji , Maria Pakpahan , Ogit Syafarul Mabrur , Olivia D. Purba , Asruldin Azis , Dwi Rahardiani , Deasy B. Pribadi , Rasyidah , Rabbani Muh. Reza , Putri Trapsiloningrum , Pandu Gilas Anarki , Dian Ina , Maddy Pertiwi , Lasingtyas Eka Pratami , Amira Zaranadia , Aqessa Aninda , Tongki Ari Wibowo , Hanifah , Yana Kusumasari , Rista Adiningrum , Devi Raissa RahmawatiLia Arianti Ganni , M. Arief Gunawan , Metha Paramitha , Anvi Febriyanti , Wenny Aulia , Tombak Matahari , Puji S. Wijaya , Raut Bonita , Unee Adisti , Yusuf Abdulwahid , Azrul Makarim , Yuli Ana , Nove E. Variant , Erna M. Manna , Sari Alessandra , Bertha Diana , Ambar Arum , Ditra Purna Masyitah , Garindra Putra , Agus Setiawan , Ainan Ilmanda , Saut Miduk Togatorop , Regina ShwastikaWindunoto Abisetyo , Julivanie Aspinall , Ahmad Fauzi Ridwan , Agung Setiyo Wibowo , Adela Goenardi , Vina Triana , Tegar Juang Pambudi , Bayu Adhitya

Beberapa catatan kami:

  1. Mohon maaf jika ada kesalahan penulisan nama
  2. Jika rekan bloggers menemukan broken link, maka mohon dicoba dengan menghapus tanda / (garis miring) di akhir tautan.
  3. Untuk tautan yang menggunakan facebook, maka memang rekan bloggers tidak bisa melihat tulisan tersebut kecuali rekan bloggers telah berteman dengan nama tersebut di facebook
  4. Jika ada rekan bloggers yang merasa sudah mengirimkan tautan tetapi belum ada namanya di atas, harap memberitahu kami segera ya!

Selamat membaca, mohon maaf jika ada kekurangan, dan tunggu berita mutakhir kami berikutnya!

 Salam,


News 22 Comments

Juri Kita!


Rekan Blogger,

Ada berita menarik! Kami berhasil menggaet Dewi Lestari, Adhitya Mulya, dan Andari Karina Anom sebagai juri kompetisi blog kita.

Dewi, atau lebih dikenal dengan nama pena Dee adalah penulis yang terkenal dengan seri novel Supernova-nya; Adhit, adalah pengarang novel Jomblo yang pernah jadi fenomena beberapa tahun lalu; sementara Karin, adalah seorang jurnalis senior majalah TEMPO yang juga merupakan seorang alumni Inggris.

Ketiganya sangat kompeten…pasti! :-)

Oleh karena itu, kepada yang belum membuat entri dan mengirimkan link-nya kepada kami, segera buat semenarik mungkin, karena blog kalian akan dikunjungi dan dikomentari oleh ketiga juri ini. Sementara untuk yang sudah mengirimkan tautan entri kepada kami, masih ada koq kesempatan untuk membuat entri-nya jadi lebih menarik!

So..tunggu apa lagi? Selamat nge-blog!

Salam,


News 12 Comments

Arsitek Muda Indonesia Berjuang di 48 Hours Design Challenge di Korea!


Rekan blogger,

Sekedar meneruskan informasi. Seorang arsitek muda Indonesia, Ira Sophia, saat ini tengah berjuang mengikuti kompetisi 48 Hours Design Challenge di Seoul, Korea Selatan.

Ikuti perjalanan Ira di blognya www.sophisticity.com atau ikuti juga status terbarunya di twitter http://twitter.com/sophisticity 

Salam,


News No Comments

Pendaftaran Kompetisi Blog Diperpanjang Hingga 15 Oktober 2009


Rekan Blogger,

Ada tiga berita ingin kami sampaikan di sini:

  1. Pendaftaran kompetisi blog Education UK kami perpanjang hingga tanggal 15 Oktober 2009. Dan batas akhir pengiriman tautan entri ke email kami adalah 25 Oktober 2009
  2. Buat semua rekan blogger yang telah mendaftar, lekas kirimkan tautan entri kalian ke email kami. Usahakan untuk tidak melewati tanggal 25 Oktober 2009.
  3. Jangan lupa untuk mengajak rekan blogger lain untuk mendaftar yaa! Semakin ramai, semakin seru lombanya :-)

Informasi lebih detil mengenai kompetisi ini ada di entri kami sebelumnya (di bawah ini). Silahkan cermati, dan selamat nge-blog!

Salam,


News 7 Comments

Ikutan Kompetisi Blog Lagi Yuk!!


Hai..hai..

Kami kembali mengadakan kompetisi penulisan blog khusus mengenai EducationUK atau pendidikan di Inggris.

Tema yang kami ambil adalah: ‘Jika kamu memutuskan belajar di Inggris, kira-kira apa sih motivasi dan alasannya?’

Hal-hal sekecil dan seremeh apapun bisa menjadi alasan menarik. Cerita dan alasan yang paling menarik itu lah yang kami cari.

Misalnya, jika ternyata kamu itu dari kecil suka sekali dengan tim sepak bola Manchester United dan berangan-angan untuk bertemu dengan salah satu bintangnya. Semakin kamu besar dan dewasa, ternyata justru sepak bola-lah yang menjadi alasan utama kamu ke Inggris dan belajar di sana. Apakah dari membaca novel atau menonton film-film Inggris seperti Harry Potter, dari mendengar cerita dari salah satu anggota keluarga yang kebetulan pernah sekolah di sana dll.

Kompetisi ini kami buka mulai tanggal 1 September – 15 Oktober 2009.

Bagaimana cara ikutan?, ini dia detilnya:

  1. Kompetisi kami buka buat semua warga negara Indonesia tanpa batasan usia, baik yang sudah lama blogging maupun yang baru-baru saja mulai ngeblog
  2. Lakukan pendaftaran dengan mengirim email pendaftaran ke BCcompetition@britishcouncil.or.id, dengan menyertakan nama, usia, alamat blog, dan link ke akun facebook kalian (jika punya). Jangan lupa tulis ‘Kompetisi Blog EducationUK’ di kolom subject email kalian.
  3. Setiap email yang masuk akan mendapatkan balasan dari kami yang isinya adalah konfirmasi keikutsertaan
  4. Pendaftaran kami tutup pada tanggal 30 September 2009, namun kompetisinya sendiri masih kami buka hingga 15 Oktober 2009.

Syarat penulisan:

  1. Entri yang dibuat harus up-to-date paling tidak dalam kurun satu tahun terakhir
  2. Tulisan boleh dibuat dalam bahasa Inggris ATAU bahasa Indonesia
  3. Tulisan boleh hanya berupa teks, atau disertai dengan foto dan rekaman video. Yang pasti harus dibuat semenarik mungkin.
  4. Tulisan boleh dibuat dalam blog masing-masing (berbasis blogspot, multiply, dll) atau bisa juga dalam notes di akun facebook masing-masing. Penggunaan micro blog seperti twitter, plurk, dkk tidak kami perkenankan.
  5. Dalam setiap tulisan, sertakan tag ‘Kompetisi Blog EducationUK’
  6. Peserta wajib mengirimkan ‘link’ atau ‘tautan’ dari entri yang mereka tulis ke email BCcompetition@britishcouncil.or.id agar kami mudah menemukan entri itu kembali.
  7. Satu peserta hanya dapat mengirimkan satu entri (satu tulisan)
  8. Orisinalitas tulisan menjadi syarat mutlak, kami tidak memberi toleransi terhadap karya jiplakan.

Tiga entri terbaik akan diumumkan pada bulan November 2009, dan pemenang akan kami undang ke Jakarta untuk acara penyerahan hadiah di acara Education UK Exhibition tanggal 7-8 November 2009.

Hadiahnya menarik banget:

Juara 1 Satu unit Apple MAC Book
Juara 2 Satu unit Mini laptop
Juara 3 Satu buah Ipod Nano

Lekas mendaftar, beritahu teman-teman lainnya, dan selamat menulis!!

Salam,


News 25 Comments

OLAHRAGA SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN BAHASA DAN BUDAYA


Akan ada pemandangan berbeda di kompleks P4TK – Sawangan pada tanggal 11-13 Agustus 2009 nanti. Bahasa Inggris bakal dijumpai dalam suatu kegiatan olahraga. British Council bermitra dengan Porstmouth Football Club, atau lebih dikenal dengan julukan The Pompey, juara FA Cup 2008, kembali mengadakan turnamen olahraga antar sekolah Pompey Double Club Indonesia (PDCI).

Turnamen ini merupakan bagian dari program School Links yang diprakarsai oleh British Council. Secara umum, school links bertujuan membangun kemitraan sejajar antara sekolah di Indonesia dan Inggris sehingga guru dan siswa antarsekolah bisa bekerja sama saling bertukar pengalaman. Secara khusus, PDCI memberikan alternatif program pembelajaran bahasa Inggris secara aktif untuk anak usia 13-15 tahun dengan menggunakan olahraga sebagai media. Olahraga dipilih karena sifatnya yang menyenangkan dan mudah menyatukan banyak orang.

“Penggunaan media olahraga untuk pembelajaran bahasa Inggris merupakan suatu metode kreatif yang akan melibatkan seluruh elemen sekolah, dan dapat memperkaya metode belajar yang diterapkan di kelas”, menurut Keith Davis, Country Director British Council.

Turnamen Pompey tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua setelah sukses diluncurkan pertama kali pada tahun 2008. Para murid laki-laki akan bertanding futsal, sementara murid perempuan bertanding voli. Selain olahraga, akan digelar juga kompetisi bahasa Inggris untuk murid laki-laki maupun perempuan. Turnamen diikuti oleh hampir 500 siswa dari 14 SMP Muhammadiyah yang berasal dari empat provinsi, yaitu DKI Jaya, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Sebelum turnamen digelar, di tiap sekolah peserta diadakan pelatihan bahasa Inggris dan sepak bola/bola voli selama 12  pekan. Selain teknik permainan, pembimbing juga menanamkan sikap fair play, kepemimpinan, dan optimisme kepada para peserta.

“Melalui program ini, siswa/i Muhamadiyah dapat meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan teknologi informasi, melatih jiwa kepemimpinan dan kemahiran dalam bidang olahraga. Komunikasi dan interaksi antara sekolah-sekolah peserta di Indonesia dengan sekolah-sekolah mitra mereka di Porstmouth, Inggris sepanjang periode pelatihan dapat membangkitkan orientasi internasional yang membuka kesempatan untuk saling belajar dan mengenal budaya. Dalam jangka panjang program ini akan dapat bermanfaat untuk mengembangkan wawasan, jaringan, dan kerja sama dengan lembaga dan masyarakat Inggris secara luas.” Demikian menurut Drs. H. Abdul Mu’ti, M.Ed, Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah, Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Selain Pompey, mitra lain yang digandeng British Council adalah Muhammadiyah, ormas Islam kedua terbesar Indonesia yang memiliki 29 juta anggota, serta Asian Soccer Academy (ASA), sebuah lembaga pelatihan sepak bola untuk anak-anak muda. ASA menggunakan metode pelatihan Eropa dengan tenaga pelatih asing dan Indonesia untuk membimbing pemain muda sanggup bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

Keterangan Tambahan:

Daftar 14 sekolah peserta:

  • Jakarta: SMP Muhamadiyah 31 Rawamangun Jakarta, SMP Muhamadiyah 22 Pamulang Jakarta, SMP Muhamadiyah 4 Cipondoh Jakarta

  • Yogyakarta: SMP Muhamadiyah 1 Yogyakarta, SMP Muhamadiyah 2 Yogyakarta, SMP Muhamadiyah 3 Yogyakarta

  • Jawa Tengah: SMP Muhamadiyah 1 Muntilan, SMP Muhamadiyah 1 Klaten, SMP Darul Ikhsan Muhammadiyah Sragen

  • Jawa Timur: SMP Muhamadiyah 2 Surabaya, SMP Muhamadiyah 5 Surabaya, SMP Muhamadiyah 9 Surabaya, SMP Muhamadiyah 1 Sidoarjo, SMP Muhamadiyah 2 Taman Sidoarjo


News 2 Comments

International Young Creative Entrepreneur Design Award Night 2009


Seniman. Pengusaha. Penyelamat Bumi. Aktivis sosial.

Sepuluh tahun yang lalu, hal-hal tersebut berdiri sendiri-sendiri.

Hari ini, keempat hal itu menghubungkan dimensi seorang wirausahawan kreatif.

Bergabunglah di acara IYCE Award 2009 Innovation Nights yang kami selenggarakan. Anda bisa bertemu dengan arsitek, pengrajin, dan desainer yang akan mentransformasi ekonomi Indonesia di masa depan.Pelajari tentang bagaimana mereka menciptakan bisnis yang mendulang sukses. Caritahu bagaimana kreativitas mereka menciptakan lapangan kerja bagi komunitas mereka, sembari menjaga agar planet kita tetap aman. Gali inspirasi dari generasi baru para pembuat perubahan.

Acara-acara yang diselenggarakan:

4 Agustus: Dari industri kreatif menjadi kota kreatif
Ridwan Kamil, pemenang IYCE Design Winner 2006 dan pemimpin Urbane, gerakan mentransformasi Bandung dan kota-kota lain di Asia Pasifik menjadi kota-kota kreatif

5 Agustus: Hidup, Perbatasan, Keseimbangan: kerajinan baru Magno
Singgih Kartono, desainer, tentang pengalamannya ‘kembali ke desa’ untuk menciptakan radio kayu Magno, yang memenangkan berbagai penghargaan, menghidupkan kembali ekonomi pedesaan, dan memulai gerakan ‘hijau’.

6 Agustus: Pengumuman Pemenang IYCE Design Award 2009
Menampilkan 10 finalis IYCE Design. Cari tahu siapakah yang akan mewakili Indonesia di kompetisi internasioonal 100% Design London, Bulan September mendatang.Ketiga acara dimulai pada jam 18.30 WIB di Rasuna Marketing Office. Nikmati pameran karya 10 finalis IYCE Design Award sampai 11 Agustus, dari jam 10.00 sampai jam 19.00 WIB.Terbatas untuk 50 orang per sesi.

Untuk reservasi:
winda.wastu@britishcouncil.or.id atau +6281288964889


News 2 Comments

Sepuluh Finalis IYCE Design Awards 2009 Telah Terpilih


Dalam penyelenggaraan International Young Creative Entrepreneur (IYCE) Awards, Indonesia menjadi satu-satunya negara yang selalu berhasil memperoleh penghargaan setiap tahunnya. Indonesia berhasil memenangkan keempat penghargaan tersebut dengan diwakili oleh Yoris Sebastian (Music 2006), Wahyu Aditya (Screen 2007), Sakti Parentean (Screen 2008) dan Oscar Lawalata (Fashion 2009). Tahun ini, Indonesia kembali berpartisipasi dalam kategori Desain.

Setelah melalui proses seleksi yang relatif ketat, akhirnya terpilih sepuluh finalis dari Indonesia yang akan diundang ke Jakarta pada tanggal 4 – 6 Agustus 2009 mendatang untuk mengikuti proses penjurian. Kesepuluh finalis tersebut berasal dari kota dan latar belakang yang berbeda, termasuk desain produk – terutama mebel, desain interior dan arsitektur.

Kota Bandung, yang sedang mengalami pengembangan di bidang industri kreatif, membuktikan eksistensinya dengan terpilihnya empat finalis. Keempat finalis tersebut antara lain adalah Calvin Hadiardja, brand manager sekaligus direktur pemasaran dari Label Ink, yang memproduksi agenda, buku sketsa, kartu ucapan, dan lain-lain. Kemudian ada Fauzy Prasetya, salah satu pendiri dari Kandura Keramik. Belakangan, Kandura sempat mendesain replika lantai keramik untuk proyek konservasi Museum Bank Indonesia. Kandura juga berkolaborasi dengan masyarakat di kawasan Kiara Cindong, yang terampil berkat didikan generasi-generasi sebelumnya. Dua finalis asal Bandung lainnya, Henry Gunawan dan Nelly Lolita Daniel sama-sama berkarya di bidang arsitektur. Henry yang pernah bekerja di Robert A. M. Stern Architects merupakan pendiri dari HGT Architects, sementara Nelly adalah direktur LABO Architecture and Design. Baru-baru ini, Nelly mendapatkan Special Mention at the International Architecture and Urban Design Competition.

Sementara itu, Jakarta berhasil menempatkan dua perwakilan di jajaran sepuluh finalis ini. Mereka adalah Alvin Tjitrowirjo dan Johansen Samsoedin. Alvin adalah otak dan mesin dibalik alvinT, label desain produk kontemporer, sekaligus menjadi salah satu penerima penghargaan di the Melbourne Design Festival. Johansen adalah satu dari tiga arsitek utama di Aboday Design, yang mendesain sekolah untuk anak yatim-piatu sebagai bagian dari proyek corporate social responsibility mereka.

Selain keenam finalis tersebut, masih ada beberapa finalis yang tidak kalah brilian dari kota-kota lainnya. Didi Diarsa dari Depok misalnya, yang secara inovatif menggunakan limbah pinus asal Eropa untuk memproduksi mebel yang dihasilkan di bawah label Furniture Aktif. Hal ini membuat mebel yang diproduksinya ramah lingkungan, termasuk meja dan kursi yang dibuatnya untuk mendukung proses belajar mengajar di sekolah-sekolah di Indonesia. Dedikasinya terhadap dunia pendidikan membawa Didi menjadi salah satu finalis di Asia Europe Classroom Award di tahun 2004. Selain Didi, Satya Brahmantya dari Yogyakarta juga mendesain peralatan rumah tangga dan mebel. Satya pun menggunakan material hasil daur ulang untuk di bawah bendera PT. Lunar Mulia Kreasi.

Sementara itu, Handry Limorvell asal Tangerang membawahi Morvell Group of Companies, yang mengembangkan materi termoplastik untuk peralatan otomotif, peralatan rumah tangga, makanan dan minuman, serta produk edukatif untuk pasar Asia Tenggara. Tidak jauh berbeda dengan dari para finalis di atas, Happy Astidiana Paramitasari asal Surabaya juga bergerak di bidang produksi mebel. Bedanya, Happy dan perusahaannya, CV. Citramedia & Partners, menawarkan jasa konsultasi di bidang tersebut, dan juga di bidang desain produk dan kerajinan tangan secara keseluruhan untuk usaha kecil menengah. Baru-baru ini, perusahaan Happy memulai program daur ulang berbasis pengembangan komunitas bernama DESIGN-TRASH.

Setelah melalui proses penjurian di Jakarta selama tiga hari, akan dipilih satu jawara desain baru yang kemudian akan kami kirim ke Inggris untuk mengikuti kompetisi lanjutan tingkat global bersaing dengan finalis dari 9 negara lain. Di sana mereka akan bertemu dengan orang-orang ternama sektor desain dari Inggris, menghadiri festival-festival desain, membangun jaringan dan berkompetisi untuk memenangkan hadiah sebesar £5000.


News 1 Comment

Partisipasi Indonesia di Community Action Projects Global Changemakers


Sama seperti Alanda Kariza, Global Changemaker asal Indonesia, yang sedang mempersiapkan Community Action Project (CAP) bertajuk Indonesian Youth Conference, Global Changemakers dari seluruh dunia yang pernah bergabung di berbagai kegiatan Global Changemakers sejak tahun 2007 pun sedang menyiapkan proyek mereka masing-masing.

Indonesia dapat menjadi bagian dari Global Changemakers dengan berpartisipasi di beberapa proyek mereka.

JAMMING FOR PEACE
Joud Kashgari (Saudi Arabia) dan Lubna Alzaroo (Palestina) akan memulai proyek Jamming For Peace pada September 2009. Mereka berdua mengajak remaja dari seluruh dunia, yang bisa memainkan alat musik, bernyanyi dan/atau menciptakan lagu, untuk berpartisipasi dalam proyek ini. Jamming For Peace terbuka bagi semua jenis musik, baik dari genre klasik maupun modern. Karena proses jamming akan dilakukan melalui Internet, pendaftar sebaiknya memiliki akses rutin ke Internet dan dapat berbahasa Inggris dengan baik untuk memudahkan komunikasi dengan peserta asal negara lain.

Kirim biodata (nama, tanggal lahir, umur, kewarganegaraan, dan alamat e-mail) beserta:

  1. Alasan mengapa Anda tertarik berpartisipasi di proyek ini sepanjang kurang lebih 200 kata.
  2. Video sepanjang kurang lebih 5 – 10 menit yang menunjukan bakat musik Anda. Jika mengirim video dirasa terlalu sulit, Anda bisa mengirimkan audio. Anda boleh maminkan lagu ciptaan Anda sendiri maupun lagu orang lain. Anda bisa menguploadnya di YouTube dan mengirimkan link video Anda di aplikasi ini atau mencantumkannya sebagai attachment lewat e-mail.

ke Jkashgari@gmail.com dan lalzaroo@googlemail.com. Pertanyaan lebih lanjut pun bisa dilayangkan ke salah satu dari dua e-mail tersebut.

STIMULUS – GLOBAL FORUM 40
Changemakers dari berbagai negara di dunia, yaitu Sarah, Esnatt, Noah, Diana, Nirvesh dan Scott, bekerjasama dalam proyek Stimulus, sebuah gerakan di mana anak-anak muda memberi penyuluhan tentang kesehatan reproduksi, khususnya tentang HIV/AIDS, kepada sesama remaja. Pilot-project Stimulus dimulai di Inggris, Malawi, Amerika Serikat, Venezuela dan Mauritius. Namun, pada tanggal 11 – 16 April 2010, Stimulus ingin mengundang 40 remaja dari seluruh dunia untuk menghadiri Global Forum 40 di San Patrignano, Rimini, Italia. Di acara ini, peserta akan berdiskusi mengenai kesehatan reproduksi secara general, dengan HIV/AIDS sebagai fokus dari diskusi mereka. Jika Anda berusia 16 sampai 25 tahun dan tertarik untuk mempelajari mengenai kesehatan reproduksi, Anda bisa mendaftar dengan mengisi formulir yang tersedia di sini dan mengirimkannya ke uk.stimulus@gmail.com sebelum tanggal 1 Agustus 2009. Untuk informasi lebih lanjut, bisa dilayangkan ke e-mail yang sama.


News No Comments

Agar SBI Tak Sekadar Mengejar Gengsi


Simposium Access English EBE akan digelar 8-11 Juni 2009 di Jakarta. Apa saja persoalan yang ada seputar pengajaran bilingual ini?

Siang itu terik di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Namun panasnya udara tak terasa di sebuah ruang kelas tujuh SMPN 19. Ada penyejuk di ruangan itu. Beberapa peralatan multimedia dan hotspot juga terlihat. Sekilas saja orang bisa langsung paham bahwa suasana kelas ini berbeda dengan kelas di sekolah-sekolah Indonesia pada umumnya. Apa lagi, guru yang mengajar menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar.

Nama guru itu Zauki. Hari itu ia menjelaskan tentang fotosintesis atau bagaimana zat asam terbentuk. Bahasa Inggrisnya lumayan lancar meskipun logatnya masih sangat Indonesia. Setiap kali usai menjelaskan sesuatu ia bertanya, “Understand?” Murid-murid tetap diam sehingga Zauki mengulang pertanyaannya. Kali ini dalam bahasa Indonesia. “Anak-anak pada ngerti nggak?” Sontak para murid menjawab serempak. “Yeeees.”

Di kelas Zauki, murid terlihat pasif. Namun, seusai kelas, salah seorang siswi bernama Anindita menyatakan bahwa ia senang-senang saja diajar dalam bahasa Inggris. “Nggak ada kesulitan,” katanya malu-malu.

Di tempat lain, tepatnya di SD Model Islamic Village Tangerang, pemandangan serupa bisa ditemui. Di kelas satu, seorang guru matematika mengenalkan angka dalam bahasa Inggris. Di kelas empat, seorang guru menjelaskan medan magnet: di ujung ini kutub negatif, di ujung yang satunya kutub positif. Guru yang bernama Nelly itu juga membawa baterai sebagai alat peraga. Murid-murid Ibu Nelly cukup aktif. Ketika ia bertanya mengenai fungsi baterai, anak-anak berlomba menjawab, ”Car toys, calculator.”

Proses belajar dengan pengantar bahasa Inggris memang sudah berlangsung beberapa waktu di beberapa sekolah di Indonesia. Tepatnya, sejak 2005 Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) melalui Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) mencanangkan sekolah bertaraf internasional di Indonesia. Dari sekitar 450 sekolah yang menerapkan sistem ini, kini tersaring 112 yang kemudian ditetapkan sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (R-SBI).

Di sekolah yang berlabel R-SBI, bahasa Inggris tak lagi diajarkan sebagai bahasa asing. Ia juga dipakai untuk pengantar pelajaran matematika dan sains atau lazim disebut English-medium Teaching of Mathematics and Science through English (EMMS).

Tujuan yang ingin dicapai jelas. Di dunia yang makin menekankan pentingnya kecakapan berbahasa Inggris, Indonesia tak mau ketinggalan. Indonesia tak sendirian dalam menetapkan pendidikan dwibahasa atau bilingual ini. Negara-negara Asia Tenggara lain seperti Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam juga melakukan langkah serupa.

Mengingat EMMS relatif baru, pelaksanaan di lapangan memang belum sesuai skenario awal. Para guru SD Model Islam Village, Tangerang, misalnya, menyebut tentang kemampuan murid yang berbeda-beda. Oleh karenanya, bahasa Indonesia masih dipakai sekalipun penekanannya tetap pada bahasa Inggris. Mereka juga merasa kursus bahasa Inggris yang mereka ikuti selama satu bulan jauh dari memadai. “Mestinya kontinyu,” kata Azizah, guru matematika.

Untuk mengatasi persoalan ini para guru rutin mengadakan pertemuan sepekan sekali. Mereka membuat semacam panduan, worksheet. Sadar bahwa boleh jadi di antara para murid ada yang lebih pintar berbahasa Inggris, mereka juga tak ragu menyertakan masukan para murid dalam panduan ini.

Satu hal yang dirasa masih berat bagi mereka adalah materi ajar. Seringkali mereka harus mencari sendiri. Azizah, misalnya, menyebut materi untuk topik bilangan pecahan yang diterimanya dari Diknas kurang sederhana. “Buku terbitan Singapura tak serumit itu,” kata Azizah. Selain itu, masalah juga timbul kala ujian tiba. Pelajaran diujikan dalam bahasa Indonesia, sementara bahasa yang dipakai dalam pelajaran sehari-hari kebanyakan Inggris. Akibatnya, guru dan murid sama-sama bingung.

Orang tua murid mempunyai sikap beragam mengenai pendidikan bilingual. Siti Juhariah, tinggal di Jakarta, menyebut tak punya masalah dengan pengantar bahasa Inggris untuk pendidikan anak-anaknya. Kebetulan, kedua anaknya yang bersekolah di kelas akselerasi SMAN 8 Jakarta begitu lulus langsung diterima di Institut Teknologi Bandung. Retnowati, tinggal di Depok, semula berniat menyekolahkan anaknya di sebuah SMA negeri yang berlabel SBI. Namun, ia ragu-ragu begitu tahu bahwa guru-guru di sekolah itu baru saja menempuh kursus Inggris untuk kelas yang masih sangat dasar.

Konsultan pendidikan Itje Chodijah menilai pendidikan bilingual di satu sisi memang banyak manfaatnya bagi pembelajar: kognitif, kreativitas, kesadaran linguistik dan budaya, bisa menguasai bahasa lain secara lebih cepat dan efisien, serta punya nilai lebih saat masuk dunia kerja. Namun, pendidikan bilingual baru bisa efektif kalau fasilitasnya siap: kefasihan dalam bahasa Inggris, unsur penguasaan bahasa, serta buku teks yang memadai.

“Siapa misalnya yang memeriksa standar mutu bahasa Inggris para guru?” tanya Itje. Baginya, nilai TOEFL yang tinggi saja belum cukup karena agar pelajaran bisa diterima murid dengan baik, guru semestinya menerapkan sistem pembelajaran aktif yang merangsang siswa berpikir mandiri. Padahal, dalam bahasa Indonesia saja metode active learning ini belum cukup dikuasai.

Menurut Itje, harus dilakukan langkah simultan agar SBI bisa berjalan sesuai yang diinginkan. Selain penyediaan buku teks dan pelatihan kepada para guru, mesti dilakukan juga pembenahan kurikulum di perguruan-perguruan tinggi keguruan agar sejalan dengan kebutuhan. Ibaratnya, pembenahan di bagian hulu. Yang tak kalah penting, menurutnya, tuntutan SBI mesti lebih realistis. Mata pelajaran matematika dan sains menurutnya terlalu berat untuk diajarkan dalam bahasa Inggris. “Mengapa tak dicoba dulu untuk pelakaran olahraga, misalnya?”

Dengan ilustrasi beberapa masalah di atas, maka acara Simposium Access English EBE (English for Bilingual Education) yang akan digelar 8-11 Juni 2009 di Jakarta oleh British Council menjadi sangat layak ditunggu. Sebagai lembaga yang sangat peduli untuk meningkatkan pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris, British Council berkepentingan terhadap kesuksesan acara. Dalam acara ini, para praktisi yang merupakan mitra British Council dari kawasan Asia Tenggara akan berkumpul dan berbagi pengalaman. Ada tantangan yang sifatnya umum, ada pula yang khas setiap negara. Mereka juga bakal mendiskusikan isu-isu penting seputar perencanaan dan penerapan program EBE yang efektif dan merancang langka-langkah selanjutnya untuk perbaikan pengajaran dan pembelajaran dengan menggunakan bahasa Inggris.
Diharapkan, acara ini bakal memunculkan pemahaman menyeluruh mengenai hal-hal seputar EBE. Misalnya, pemahaman yang lebih besar dari kementerian-kementerian pendidikan akan rentang program EBE yang tersedia, pula implikasi program berjenis EBE bagi pelatih, guru, dan siswa.
Dalam seminar nanti, salah satu pembicaranya adalah John Clegg. Pada akhir 2007 yang lalu, Clegg pernah melakukan penelitian singkat di sekolah-sekolah Indonesia mengenai pelaksanaan EMMS. Saat itu ia sudah memberikan beberapa rekomendasi, misalnya tentang pemilihan beberapa sekolah sebagai model. Menarik untuk menyimak apa yang akan disampaikannya kali ini.
Anda punya pertanyaan, masukan, atau bahkan kekhawatiran seputar pendidikan dwibahasa? Tunggu kabar selanjutnya dari kami setelah acara Simposium Access English EBE yang akan digelar tanggal 8 – 11 Juni nanti.

Ditulis oleh Yusi Pareanom (May 2009) - Hak Cipta dipegang oleh British Council


News 4 Comments

« Previous Entries Next Entries »